|
INFRASTRUKTUR
Sebagai daerah pemekaran, Kota Pariaman sudah tentu membenahi kebutuhan sarana dan prasarana fisik dasarnya. Disamping pertumbuhan dan mobilitas penduduk, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sarana fisik dasar adalah lingkungan pemukiman, kesehatan, pendidikan, prasarana jalan dan jembatan serta pengembangan sumber air bersih.
Prasarana Jalan dan Perhubungan
Kondisi jalan panjang Kota Pariaman pada saat berdiri sebagai kota otonom masih sangat terbatas, namun selama tiga tahun terakhir secara signifikan telah memperlihatkan perubahan yang cukup berarti seperti tabel di bawah ini. Pada tahun 2006 telah mulai pembangunan jalan dua jalur di sebahagian ruas Pariaman By-Pass, di depan Kantor Walikota dan Kantor DPRD Kota Pariaman.
|
Status
|
Aspal
|
Kerikil
|
Tanah
|
Jumlah
|
|
Jalan Negara
|
14,69
|
0
|
0
|
14,69
|
|
Jalan Provinsi
|
7,95
|
0
|
0
|
7,95
|
|
Jalan Kota
|
155,05
|
40,67
|
60,94
|
256,66
|
|
Jumlah 2005
2004
2003
|
177,69
155,28
140,07
|
40,67
66,54
35,80
|
60,94
50,74
21,10
|
279,30
272,65
196,97
|
Pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi jembatan berbagai jenis dan type disesuaikan dengan kondisi dan status jalan. Tahun 2005 dan 2006 telah dapat dibangun 3 buah jembatan dan rehab berat beberapa jembatan. Berikut dapat dilihat gambaran kondisi dan tingkat kerusakan jembatan di Kota Pariaman.
|
Jenis Jembatan
|
Jumlah (unit)
|
Panjang (m)
|
Kondisi
|
|
Baik
|
Sedang
|
Buruk
|
|
Beton
|
52
|
581,35
|
27
|
14
|
11
|
|
Anker besi
|
1
|
40,52
|
1
|
0
|
0
|
|
Leger besi lantai
|
7
|
75,50
|
0
|
0
|
7
|
|
Jembatan gantung
|
2
|
61
|
1
|
0
|
1
|
Sementara itu menjelang akhir 2005 untuk menjangkau akses ke pelosok desa dalam rangka pengembangan ekonomi pedesaan dan penanggulangan kemiskinan telah pula direalisasikan 13 ruas jalan baru tipe kerikil melalui Program Kompensasi BBM bidang infrastruktur pedesaan (PKPS BBM-IP) senilai Rp.3,75 milyar, masing-masing Rp.250 juta per desa. Kegiatan ini meliputi pembuatan jalan desa, jalan lingkungan dan sarana air bersih.
Sejalan dengan berkembang isu aktual tentang bencana alam banjir gempa bumi dan tsunami, maka selama 2 tahun terakhir (sampai 2006) Pemerintak Kota Pariaman juga telah memfokuskan berbagai kegiatan pembangunan, rehabilitasi jalan dan jembatan sebagai langkah dalam upaya mitigasi bencana dan mempermudah proses evakuasi. Ruas jalan yang direhabiltasi dan dibuka antara lain:
- Ruas jalan Pd. Birik-birik – Sintuak dan Simp. Balai Nareh – Sirambang
- Ruas jalan Pauh – Padusunan
- Ruas jalan Simp. Tembok Toboh Palabah – Saie Santok
- Ruas jalan Ujung Batuang – Cimparuh
- Ruas jalan Taluak – Marabau (pembukaan jalan baru)
- Ruas jalan Palak Aneh – Kuraitaji (pengaspalan)
Pembangunan sarana dan prasarana fisik dasar khususnya jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat pokok bagi kehidupan masyarakat, yaitu menciptakan atau meningkatkan kemudahan aksesibilitas dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Essensi yang ingin dicapai adalah untuk penyediaan infrastruktur yang andal dalam mendukung perekonomian daerah. Untuk mewujudkan hal ini Pemerintah Kota Pariaman akan mentargetkan jumlah dan kondisi sarana dan prasarana fisik dasar di tahun-tahun mendatang. |